NEWS
Loading...

Jumat, 25 Maret 2016




Berita Aktual - Pelajaran Matematika nyatanya sudah menjadi momok bagi sebagian besar siswa termasuk juga untuk para orang dewasa .

Namun tidak bagi Andrew Wiles . Setelah dirinya melakukan perhitungan dan tinjauan yang rumit selama tujuh tahun penuh, Andrew Wiles akhirnya menemunkan dan mengemukakan jawaban atas ‘Fermat’s Last Theorem’ yang terkenap di tahun 1993.

Pada Waktu itu, ahli matematika asal Inggris tersebut mengeluarkan teorinya di sebuah perkuliahan Universitas Cambridge.

Ia menjelaskan jawaban atas persoalan klasik tersebut sudah sangat lama dicari jawabannya oleh para ahli matematika di seluruh dunia.

Setelah presentasinya selesai, 200 peneliti dan ahli matematika yang hadir di situ terdiam penuh kagum lalu memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Jawaban Wiles tersebut kemudian terus direvisi, terutama setelah ditemukan adanya kesalahan tahun 1994 silam.


Baca Juga : Berikut Ini 4 Makna Bercinta Di Dalam Mimpi

 
Namun ia tetap berhasil mengembangkan jawaban itu dengan baik sehingga dirinya bisa lebih mantap dalam menjawab persoalan matematika paling terkenal itu.

Setelah 20 tahun berlalu, kini Wiles diberi hadiah prestisius di bidang matematika, Abel Prize.

Hadiah yang diberikan bersama dengan uang sekitar 9,5 milyar rupiah itu merupakan penghargaan paling prestisius di bidang matematika, setara dengan penghargaan Nobel.

Persoalan matematika yang dipecahkan oleh Wiles sendiri sebenarnya adalah permasalahan dari teori Pierre de Fermat yang dibuat tahun 1637.

Rumus tersebut berbunyi an + bn = cn. Wiles menemukan bahwa rumus ini tak punya solusi bila n≥3.

Temuan itu mungkin terlihat sederhana , namun pembuktian teori ini baru bisa terpecahkan setelah 300 tahun lamanya .

0 komentar:

Posting Komentar